Harga emas berjangka mencetak kenaikan mingguan sebesar 2% dalam hampir tiga pekan. Setelah lonjakan sesi sebelumnya, emas untuk pengiriman Februari naik US$ 13,40, atau 1,1% menjadi US$ 1.238,60 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange, Sabtu (4/1/2014).

"Sementara bargain hunting dan short-covering mungkin telah menjadi katalis awal untuk pop off support. Kita sekarang lebih yakin melihat didasarkan pada kegagalan ketiga untuk mempertahankan kerugian di bawah US$ 1.200,"kata Peter Grant, Kepala Analis Pasar Logam Mulia USAGOLD .

Dia menuturkan kenaikan harga emas karena muncul skeptisisme tentang keberlanjutan rally pasar saham. "Investor mengambil uang dari meja ekuitas dan menggunakannya untuk meningkatkan kepemilikan emas mereka," tutur dia.

Sejauh ini, kata Adam Koos, P residen Libertas Wealth Management Groumenilai harga emas akan bertengger di US$ 1.140 per ounce.

"Dalam jangka pendek, kita mungkin akan melihat awal dari sebuah proses bottoming, tapi itu sangat awal belum, katanya.

Pada hari Kamis, emas berjangka melonjak hampir US$ 23 per ounce seiring laporan adanya pembeli fisik yang mencari barang murah.

China, khususnya, diyakini berada di balik pembelian emas ini. Seperti diketahui, Tahun Baru Imlek jatuh pada akhir bulan, dan itu biasanya berarti periode kenaikan pembelian emas.