mantapbet.Com website yang menerima pembukaan ID untuk Agen Taruhan Judi Bola, IBCBET, SBOBET,  ASIA8BET dan 338A AgentBola_terpercaya mania303 website yang menerima pembukaan ID untuk Agen Taruhan Judi Bola, IBCBET, SBOBET,  ASIA8BET dan 338A
Poker WEbsite Fair Agen bola Terpercaya
AbcBola - Agen Bola Online Agen bola Terpercaya HokiJudi99.jpg website yang menerima pembukaan ID untuk Agen Taruhan Judi Bola, IBCBET, SBOBET,  ASIA8BET dan 338A
Tersedia Banner Space
AgentBola_terpercaya Play Safe With US AgentBola_terpercaya
Fortunebet99 website yang menerima pembukaan ID untuk Agen Taruhan Judi Bola, IBCBET, SBOBET,  ASIA8BET dan 338A 818onebet.Com website yang menerima pembukaan ID untuk Agen Taruhan Judi Bola, IBCBET, SBOBET,  ASIA8BET dan 338A AgentBola_terpercaya
Tersedia Banner Space
Bola54.com - Agen Bola Piala Dunia 2014
http://185336457.r.cdn77.net/banners | Available http://185336457.r.cdn77.net/banners Space InfoDewa.Com Tipster Maniak
Tersedia Banner Space
bola388 Adalah Taruhan Bola yang terpercaya HokiBet99 Adalah Taruhan Bola yang terpercaya dan mulai dari 20 ribu sudah dapat bermain judi bola sbobet ibcbet atau 338a MarkasJudi adalah website yang menerima pembukaan ID untuk Agen Taruhan Judi Bola, IBCBET, SBOBET,  ASIA8BET dan 338A
Taruhan999.Com website yang menerima pembukaan ID untuk Agen Taruhan Judi Bola, IBCBET, SBOBET,  ASIA8BET dan 338A http://185336457.r.cdn77.net/banners | Available http://185336457.r.cdn77.net/banners Space Fortunebet99 website yang menerima pembukaan ID untuk Agen Taruhan Judi Bola, IBCBET, SBOBET,  ASIA8BET dan 338A
FastBet99 Agen Bola | Taruhan Bola | Judi bola | Judi Online | SBOBET
StarBet99 | Starbet99 Wajib membaca Peraturan Permainan Taruhan Judi Bola Dan Casino Online AgentBola_terpercaya AgentBola_terpercaya
Results 1 to 4 of 4
  1. #1
    Status
    Offline
    mangjuhak's Avatar
    Member Contribution
    Join Date
    Nov 2007
    Location
    ---------
    Posts
    419

    Default ::Berbagai Trik & Strategi Marketing dalam memasarkan produk::

    Pembelian Handphone Secara Kredit Banyak Dipilih


    Pola pembelian handphone secara kredit yang diperkenalkan beberapa tahun terakhir ternyata mendapatkan tanggapan positif dan makin meluas dari masyarakat. Konsumen melihat alternatif sistem pembelian ini menguntungkan mereka, terlebih pihak bank juga berani memberikan penawaran istimewa yaitu kredit tanpa bunga (nol persen).

    “Kami mencatat pertumbuhan yang signifikan, pada pembelian handphone secara kredit ini” demikian kata Ellianah Setiady Direktur Marketing PT Trikomsel Multimedia.

    Dengan kesuksesan yang diraih dalam program kredit tanpa bunga, PT Trikomsel Multimedia terus memperpanjang program tersebut, hingga tahun depan. Dalam program kredit nol persen ini, PT Trikomsel Multimedia menjalin kerjasama dengan 5 lembaga pembiayaan kredit konsumen terkemuka antara lain Citibank, Bank Mandiri, HSBC, Bank Niaga dan GE Finance.

    Menurut Ellianah, program tersebut sangat berhasil menjaring antusiasme konsumen. “Kami memperpanjang program kredit tanpa bunga ini sebagai apresiasi atas tingginya antusiasme konsumen yang memilih pembayaran secara kredit dalam pembelian handphone.” Ditambahkan, “Tercatat selama program ini berjalan kenaikan penjualan mencapai angka yang signifikan. Pihaknya juga mencatat, bahwa jenis handphone di atas Rp 2,5 juta menjadi pilihan favorit untuk pembelian secara kredit tanpa bunga ini.

    Cara mengikuti program kredit tanpa bunga, adalah dengan menunjukkan sebagai pemegang kartu kredit Citibank, Bank Mandiri, HSBC, Bank Niaga dan GE Finance di gerai Okeshop. Pengguna kartu kredit tersebut dapat memilih jenis tertentu dari produk handphone Nokia. Tenor kreditnya tergantung dari masing-masing kartu kredit waktunya antara 6 sampai 12 bulan.

    Dengan ketersediaan gerai Okeshop yang saat ini mencapai 750 tempat di seluruh Indonesia, para konsumen pemegang kartu kredit dari lima mitra tadi dapat leluasa mengikuti program ini.

    Similar Threads:

  2. #2
    Status
    Offline
    mangjuhak's Avatar
    Member Contribution
    Join Date
    Nov 2007
    Location
    ---------
    Posts
    419

    Default ::Dibalik Kesuksesan Teh Botol Sosro::

    Coca-Cola dan Pepsi adalah segelintir perusahaan asing yang produk minumannya familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Saking hebatnya brand image yang dibangun sehingga seolah-olah produk mereka telah manjadi bagian dari hidup bangsa kita. Dengan leluasa mereka menjadikan indonesia dengan segala potensinya menjadi pasar empuk bagi produk yang dihasilkan.

    Tidak banyak produk indonesia yang begitu membanggakan dan mampu "menghajar" kekuatan kapitalis internasional itu. Salah satu produk membanggakan itu adalah Teh Botol Sosro.

    Kesuksesesan sosro dalam merebut hati konsumen Indonesia sesungguhnya dilihat dari aspek pemasaran cukup unik. Sosro,dalam beberapa hal, telah mengabaikan hukum-hukum umum yang terdapat di ilmu pemasaran.

    Misalnya saja mengenai perlunya riset pasar sebelum meluncurkan produk. Konon kabarnya sebelum sosro hadir, ada sebuah perusahaan asing yang ingin mengeluarkan produk teh dalam botol sepert yang dilakukan sosro saat ini. Kala itu sang perusahaan menyewa jasa sebuah biro riset pemasaran untuk menguji kelayakan dan prospek produk tersebut di Indonesia.

    Setelah meneliti dan mengamati kebiasaan minum teh di masyarakat sang biro pun menyimpulkan bahwa produk ini tidak memiliki prospek bagus untuk dipasarkan di Indonesia. Biro itu beralasan bahwa budaya minum teh pada bangsa Indonesia umumnya dilakukan pagi hari dalam cangkir dan disajikan hangat sehingga kehadiran teh dalam kemasan botol justru akan dianggap sebuah keanehan.

    Sosrodjojo, pendiri perusahaan sosro, justru berpikir sebaliknya. Awalnya ide kemasan botol berasal dari pengalaman tes cicip (on place test) di pasar-pasar tradisional terhadap teh tubruk cap botol. Pada demonstrasi pertama teh langsung diseduh di tempat dan disajikan pada calon konsumen yang menyaksikan. Namun cara tersebut memakan waktu lama sehingga calon konsumen cenderung meninggalkan tempat. Kemudian pada uji berikutnya teh telah diseduh dari pabrik dan kemudian dimasukkan ke dalam tong-tong dan dibawa dengan mobil. Akan tetapu cara ini ternyata membuat banyak teh tumpah selama perjalanan karena saat itu struktur jalan belum sebaik sekarang.

    Akhirnya sosro mencoba untuk memasukkannya pada kemasan-kemasan botol limun agar mudah dibawa. Beranglkat dari itu merekaberpikir bahwa penggunaan kemasan botol adalah alternatif yang paling praktis dalam menghadirkan kenikmatan teh lansung ke konsumen.

    Dari awal produk ini ditargetkan untuk konsumen yang sering melakukan perjalanan seperti supir dan pejalan kaki sosro . Sosro menyadari bahwa segmen konsumen ini memiliki keinginan hadirnya minuman yang dapat menghilangkan dahaga di tengah kelelahan dan kondisi panas selama perjalanan. Atribut kepuasan ini dicoba untuk dipenuhi dengan menghadirkan minuman teh dalam kemasan botol yang praktis dan tersedia di kios-kios sepanjang jalan. Untuk menambah nilai kepuasan teh botol ini disajikan dingin dengan menyediakan boks-boks es pada titik-titik penjualannya (penggunaan kulkas pada saat itu belum lazim).

    Tentu saja merubah kebiasaan tak semudah membalik telapak tangan . Pada masa-masa awal peluncurannya, teh botol sosro tidak banyak dilirik oleh konsumen. Mereka justru menganggap aneh produk ini karena kemasan botol dan penyajian dinginnya. Namun sosro tidak patah arang.

    Perusahaan ini terus mengedukasi pasarnya melalui iklan-iklan di berbagai media dan promosi-promosi on the spot. Perlahan tapi pasti produk teh botol sosro mulai mendapatkan tempat di hati konsumen Indonesia. Terlebih ketika slogan "Apapun makannya, minumnya teh botol sosro" di munculkan. Slogan ini tidak saja mengguncang sesama produk teh namun juga produk minuman secara keseluruhan.

    Keunikan kedua dari metode pemasaran teh botol sosro adalah pada kekakuan dari produk itu sendiri. Sesuai teori pemasaran, konsumen secara alami mengalami perubahan atribut kepuasan seiring berjalannya waktu. Perubahan itu dapat disebabkan karena gaya hidup, kondisi ekonomi, atau kecerdasan yang maik meningkat. Seiring perubahan pasar itu harusnya produk yang dipasarkan harus menyesuaikan dan mengikuti tren yang ada.

    Namun yang terjadi pada produk teh inovatif ini justru kebalikan. Semenjak diluncurkan pada tahun 1970, produk teh botol sosro baik rasa, kemasan logo maupun penampilan tidak mengalami perubahan sama sekali. Bahkan ketika perusahaan multinational Pepsi dan Coca cola masuk melalui produk teh Tekita dan Frestea, Sosro tetap tak bergeming. Alih-alih merubah produknya, dengan cerdas sosro justru melakukan counter branding dengan mengeluarkan produk S-tee dengan volue yang lebih besar.

    Strategi ini ternyata lebih tepat, kedua perusahaan multinasional itu pun tak berhasil berbuat banyak untuk merebut hati konsumen Indonesia.

    Sekelumit kisah sukses sosro itu memberi pelajaran pada kita betapa pemasaran tidak hanya sekedar ilmu yang eksak. Faktor knowledge terkadang hanya memberi kontribusi kecil pada kesuksesan produk kita ketika dipasarkan. Faktor sisanya adalah seni dan intuisi yang dapat memandu para pemasar mencapai hasil yang di luar dugaan. Gabungan antara ketiganya lah yang dapat menghasilkan seorang pemasar yang jenius dan berpikir di luar kebiasaan yang Anda. Mungkin tidak banyak orang seperti itu di dunia ini, tapi mungkin juga dari jumlah yang sedikit itu ternyata Anda lah salah satunya.


  3. #3
    Status
    Offline
    mang juhak's Avatar
    Member Contribution
    Join Date
    Oct 2007
    Posts
    2,954

    Default Pro XL Gencarkan Strategi Sachet Marketing

    Pro XL kini menerapkan strategi sachet marketing, guna menaikkan tingkat pemakaian pulsa.

    ''Makanya kita mengeluarkan denominasi pulsa (voucher) isi ulang sebesar Rp 10.000 dan Rp 25.000,'' kata Direktur Sales & Marketing PT Excelcomindo Pratama Kusnadi Sukarja kepada Astari Yanuarti dari Gatra, Kamis (13/5) di Jakarta.

    Menurut Kusnadi, strategi pemasaran sachet sudah terbukti sukses di industri lain, seperti sampo dan susu. Bahkan, sampo sachet menguasai 70 persen total pasar sampo. Pihaknya juga sudah merasakan hasil strategi sachet saat meluncurkan denominasi Rp 25.000 pada Oktober 2003. ''Dalam waktu tiga bulan, voucher Rp 25.000 mampu meraih 33 persen pembeli voucher isi ulang Pro XL,'' katanya.

    Karena itu, mulai awal Mei ini Pro XL kembali menawarkan voucher yang lebih kecil, yaitu Rp 10.000. Voucher ini dikeluarkan berdasarkan pengalaman operator di Philipina yang mengeluarkan voucher senilai Rp 5.000. Denominasi yang lebih kecil, lanjutnya, sangat potensial untuk menarik minat masyarakat menggunakan layanan Pro XL. ''Makanya kita berharap hasilnya akan sebagus yang Rp 25 ribu,'' katanya.

    Untuk menyukseskan penetrasi denominasi isi ulang Rp 10.000, operator telepon seluler terbesar ketiga ini meluaskan jaringan distribusinya. Fasilitas ini bisa diperoleh di seluruh jaringan distribusi XL Kita, XL Shop, dan melalui ATM.

    Sementara itu, terkait dengan kenaikan tarif Telkom, Kusnadi menegaskan, pihaknya belum berencana mengubah tarif untuk pelanggan pra bayar. ''Saat ini, kita belum mereview tarif untuk pra bayar. Tapi kalau untuk pasca-bayar mungkin kita akan lakukan pass through,'' katanya.

    Ini berarti untuk pelanggan pasca bayar yang jumlahnya hanya sekitar 2 persen dari total 3,25 juta pelanggan, Pro XL akan menerapkan tarif sesuai dengan penyesuaian tarif Telkom. Untuk lokal tarifnya akan dinaikkan, sedangkan untuk SLJJ tarifnya diturunkan.

    Menurut Kusnadi, belum adanya penyesuaian tarif Pro XL ini tidak serta merta mempengaruhi pendapatan perusahaan. Sebab, selama ini Excelcom punya kebijakan tarif regional. Kebijakan ini membuat pelanggan pra bayar di luar Jakarta membayar biaya percakapan lebih murah.

    Misalnya, tarif panggilan seluler ke wilayah Sumatera lebih rendah hingga 25% dari tarif prabayar standard yaitu Rp820 per pulsa (30 detik), di wilayah Kalimantan dan Sulawesi lebih murah 35%, dan di Jawa Tengah lebih murah dari tarif standard 15%.



  4. #4
    Status
    Offline
    mang juhak's Avatar
    Member Contribution
    Join Date
    Oct 2007
    Posts
    2,954

    Default Putera Sampoerna Penjemput Pasar Masa Depan

    Putera Sampoerna, mengguncang dunia bisnis Indonesia dengan menjual seluruh saham keluarganya di PT HM Sampoerna senilai Rp18,5 triliun, pada saat kinerjanya baik. Generasi ketiga keluarga Sampoerna yang belakangan bertindak sebagai CEO Sampoerna Strategic, ini memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan.

    Berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain sebelumnya. Dia mampu membuat sensasi (tapi terukur)dalam dunia bisnis. Sehingga pantas saja Warta Ekonomi menobatkan putra Liem Swie Ling (Aga Sampoerna) ini sebagai salah seorang Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005. Sebelumnya, majalah Forbes menempatkannya dalam peringkat ke-13 Southeast Asia’s 40 Richest 2004.

    Putera Sampoerna, pengusaha Indonesia kelahiran Schidam, Belanda, 13 Oktober 1947. Dia generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Adalah kakeknya Liem Seeng Tee yang mendirikan perusahaan rokok Sampoerna. Putera merupakan presiden direktur ketiga perusahaan rokok PT. HM Sampoerna itu. Dia menggantikan ayahnya Aga Sampoerna.

    Kemudian, pada tahun 2000, Putera mengestafetkan kepemimpinan operasional perusahaan (presiden direktur) kepada anaknya, Michael Sampoerna. Dia sendiri duduk sebagai Presiden Komisaris PT HM Sampoerna Tbk, sampai saham keluarga Sampoerna (40%) di perusahaan yang sudah go public itu dijual kepada Philip Morris International, Maret 2005, senilai Rp18,5 triliun.

    Pria penggemar angka sembilan, lulusan Diocesan Boys School, Hong Kong, dan Carey Grammar High School, Melbourne, serta University of Houston, Texas, AS, itu sebelum memimpin PT HM Sampoerna, lebih dulu berkiprah di sebuah perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit milik pengusaha Malaysia. Kala itu, dia bermukim di Singapura bersama isteri tercintanya, Katie, keturunan Tionghoa warga Amerika Serikat.

    Dia mulai bergabung dalam operasional PT. HM Sampoerna pada 1980. Enam tahun kemudian, tepatnya 1986, Putera dinobatkan menduduki tampuk kepemimpinan operasional PT HAM Sampoerna sebagai CEO (chief executive officer) menggantikani ayahnya, Aga Sampoerna.

    Namun ruh kepemimpinan masih saja melekat pada ayahnya. Baru setelah ayahnya meninggal pada 1994, Putera benar-benar mengaktualisasikan kapasitas kepemimpinan dan naluri bisnisnya secara penuh. Dia pun merekrut profesional dalam negeri dan mancanegara untuk mendampinginya mengembangkan dan menggenjot kinerja perusahaan.

    Sungguh, perusahaan keluarga ini dikelola secara profesional dengan dukungan manajer profesional. Perusahaan ini juga go public, sahamnya menjadi unggulan di bursa efek Jakarta dan Surabaya. Ibarat sebuah kapal yang berlayar di samudera luas berombak besar, PT HM Sampoerna berhasil mengarunginya dengan berbagai kiat dan inovasi kreatif.

    Tidak hanya gemilang dalam melakukan inovasi produk inti bisnisnya, yakni rokok, namun juga berhasil mengespansi peluang bisnis di segmen usaha lain, di antaranya dalam bidang supermarket dengan mengakuisi Alfa dan sempat mendirikan Bank Sampoerna akhir 1980-an.

    Di bisnis rokok, HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air, yakni rokok rendah tar dan nikotin. Pada 1990-an, itu Putera Sampoerna dengan kreatif mengenalkan produk rokok terbaru: A Mild. Kala itu, Putera meluncurkan A Mild sebagai rokok rendah nikotin dan “taste to the future”, di tengah ramainya pasar rokok kretek. Kemudian perusahaan rokok lain mengikutinya.

    Dia memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain sebelumnya. Dia mampu membuat sensasi (tapi terukur)dalam dunia bisnis. Langkahnya yang paling sensasional sepanjang sejarah sejak HM Sampoerna berdiri 1913 adalah keputusannya menjual seluruh saham keluarga Sampoerna di PT HM Sampoerna Tbk (40%) ke Philip Morris International, Maret 2005.

    Keputusan itu sangat mengejutkan pelaku bisnis lainya. Sebab, kinerja HM Sampoerna kala itu (2004) dalam posisi sangat baik dengan berhasil memperoleh pendapatan bersih Rp15 triliun dengan nilai produksi 41,2 miliar batang. Dalam posisi ketiga perusahaan rokok yang menguasai pasar, yakni menguasai 19,4% pangsa pasar rokok di Indonesia, setelah Gudang Garam dan Djarum.

    Mengapa Putera melepas perusahaan keluarga yang sudah berumur lebih dari 90 tahun ini? Itu pertanyaan yang muncul di tengah pelaku bisnis dan publik kala itu.

    Belakangan publik memahami visi Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005 versi Majalah Warta Ekonomi ini ((Warta Ekonomi 28 Desember 2005). Dia melihat masa depan industri rokok di Indonesia akan makin sulit berkembang. Dia pun ingin menjemput pasar masa depan yang hanya dapat diraihnya dengan langkah kriatif dan revolusioner dalam bisnisnya. Secara revolusioner dia mengubah bisnis intinya dari bisnis rokok ke agroindustri dan infrastruktur.

    Hal ini terungkap dari langkah-langkahnya setelah enam bulan melepas saham di PT HM Sampoerna. Juga terungkap dari ucapan Angky Camaro, orang kepercayaan Putera: “Arahnya memang ke infrastruktur dan agroindustri.”

    Terakhir, di bawah bendera PT Sampoerna Strategic dia sempat berniat mengakuisisi PT Kiani Kertas, namun untuk sementara dia menolak melanjutkan negosiasi transaksi lantaran persyaratan yang diajukan Bank Mandiri dinilai tak sepadan. Dia pun dikabarkan akan memasuki bisnis jalan tol, jika faktor birokrasi dan kondisi sosial politik kondusif. ►e-ti/tian son lang, dari berbagai sumber



Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •